Skip to content

Pemkot Bandung Didesak Verifikasi Ulang Penerima Hibah

July 30, 2012

Sumber: Kantor Berita Antara Jawa Barat

ANTARAJAWABARAT.com,30/7 – Pemerintah Kota Bandung didesak untuk memverifikasi ulang seluruh calon penerima dana hibah yang telah terdaftar dalam Peraturan Walikota (Perwal) No 110 Tahun 2012.

Ketua Pusat Pengembangan Informasi Publik (P2IP) Suryawijaya di Bandung, Senin, menyatakan verifikasi tersebut penting untuk dilakukan karena kuatnya indikasi penyelewengan dana hibah Kota Bandung tahun anggaran 2012.

“Indikasi rawan penyelewengan dan pelanggaran yang mengarah pada mal administrasi dan praktik korupsi sudah terjadi sejak awal dengan ketidakjelasan besaran alokasi anggaran,” tuturnya.

Dalam Perwal No 110 Tahun 2012, menurut dia, disebutkan bahwa total belanja hibah sebesar Rp435,930 miliar. Sedangkan dalam Keputusan Walikota Bandung N0 978/Kep.258-DPKAD/2012, lanjut Surya, tercantum dana hibah tahun anggaran 2012 sebesar Rp389,076 miliar untuk 3.511 penerima bantuan.

Selain itu, P2IP juga menemukan kesenjangan besaran bantuan dalam daftar penerima hibah serta penerima yang dinilai tidak memiliki kompetensi untuk mengelola dana dalam jumlah besar.

“Jumlah hibah terbesar yang diterima oleh penerima hibah adalah sebesar Rp56 miliar sedangkan jumlah hibah terkecil adalah sebesar Rp4,2 juta. Ini menunjukkan Pemerintah Kota Bandung tidak memiliki aturan yang jelas tentang besaran maksimal dan minimal dari dana hibah yang akan diberikan,” tutur Surya.

Selain itu, lanjut dia, terdapat beberapa kegiatan diusulkan penerima hibah yang seharusnya didanai oleh anggaran rutin dinas terkait.

“Di dalam daftar calon penerima hibah terdapat kegiatan perbaikan gang, pembangunan gapura, pembuatan jalan, dan pembangunan gedung kantor rukun warga,” ujarnya.

Surya mengatakan keganjilan daftar penerima hibah Pemkot Bandung tahun anggaran 2012 meliputi 26 penerima hibah ganda sebesar Rp28,56 miliar serta 184 nama orang atau lembaga yang menggunakan 78 alamat sama dengan jumlah dana sebesar Rp63,66 miliar.

Selain itu, terdapat juga 64 lembaga penerima bantuan sebesar Rp6,645 miliar yang tidak mencantumkan alamat jelas.

Dalam daftar penerima hibah tahun anggaran 2012, kata Surya, juga terdapat 9 instansi vertikal yang sejak 2010 hingga 2012 mendapatkan bantuan secara terus menerus tanpa menyampaikan pertanggungjawaban.

Besarnya bantuan untuk 9 instansi vertikal itu, menurut Surya, mencapai Rp11 miliar.

“Karena berbagai indikasi kerawanan itu maka kami menagih janji Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh calon penerima dana hibah Kota Bandung tahun 2012,” kata Surya.

Menurut dia, saat ini dana hibah Pemkot Bandung tahun anggaran 2012 sudah cair sebanyak 2,5 persen dari total alokasi anggaran. Untuk itu, ia juga menuntut Pemkot Bandung agar melakukan moratorium atau menunda pencairan sampai proses verifikasi terhadap seluruh penerima bantuan selesai.

P2IP juga meminta agar Pemkot Bandung menjalankan asas transparansi dengan mengumumkan daftar calon penerima hibah berikut besaran dana yang diberikan di berbagai media massa.

Selain itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung juga diharapkan menjalankan fungsi pengawasan dan merevisi Perda APBD Kota Bandung tahun anggaran 2012 sesuai hasil verifikasi daftar penerima hibah. ***3***

Diah

About these ads

From → Kliping

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: