Skip to content

WikiLeaks, Indoleaks, dan Keterbukaan Informasi Publik

December 13, 2010

Tak ada yang paling menggentarkan Pemerintahan Amerika Serikat dewasa  ini, selain situs WikiLeaks.  Situs pembocor dokumen-dokumen paling penting dan rahasia itu, memang dasyat dan menghebohkan dunia internasional. WikiLeaks yang mengklaim telah membocorkan 1,2 juta kawat diplomatik, dokumen rahasia, dokumen-dokumen penting lain ke ruang publik, telah sedemikian rupa menelanjangi  negeri adi daya itu dan para sekutunya. Pemenjaraan terhadap pendirinya, Julian Assange atas tuduhan pelecehan seksual, tak menyurutkan garda depan situs itu untuk terus memublikasikan jutaan kawat rahasia lainnya, untuk meledakkan Washington.

Memang tidak ada yang lebih buruk di dunia ini selain pemerintahan yang telah berbohong kepada rakyatnya. Maka pemerintahan yang terlibat konspirasi jahat, yang menghalalkan segala cara untuk kepentingan-kepentingan politisnya, sudah selayaknya jika dipermalukan di hadapan publik. Fenomena  WikiLeaks ini seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah kita untuk tidak sekalipun membohongi rakyatnya.  Ingat di antara jutaan dokumen yang siap dibocorkan itu, 3.059 di antaranya, adalah dokumen rahasia  Amerika Serikat  yang terkait dengan Indonesia.  Jadi jangan coba-coba menyelingkuhi amanat rakyat, karena serapat-rapat menyembunyikan kejahatan, pasti akan terbongkar. Wikileaks telah membuktikannya.

Sebenarnya,  geger WikiLeaks ini menjadi peringatan bagi pemerintah kita untuk jujur, tidak berahasia lagi kepada publik. Ruang-ruang komunikasi dan informasi publik pun harus dibuka seluas-luasnya dengan tidak memberikan peluang bagi segala bentuk konspirasi apapun. Budaya keterbukaan ini perlu untuk ditumbuhkan, agar tak perlu ada rahasia lagi yang membuat kita saling curiga.

Jadi terlepas dari motif tersembunyi di balik pembocoran itu, WikiLeaks pantas mendapatkan dukungan publik, karena ia tengah menjalankan sebuah misi penting, yaitu, memublikasikan fakta-fakta rahasia yang perlu diketahui publik tanpa rasa takut. Sebuah masyarakat madani yang demokratis sangatlah membutuhkan media yang kuat, dan WikiLeaks telah mengambil peran itu dengan sempurna. Ia tidak saja menelanjangi kebenaran tentang perang Irak dan Afganistan, tetapi juga membongkar cerita tentang korupsi korporasi tingkat tinggi. Jadi misinya sungguhlah terpuji, karena Wikileaks  mendorong dan menjaga suatu pemerintah untuk tetap jujur kepada rakyatnya.

Bagaimana dengan Indoleaks? Beberapa dokumen telah dipublikasi oleh situs yang mirip Wikileaks ini. Menurut Kementrian Kominfo, Indoleaks sulit untuk dijerat dengan UU ITE. “Sebab kalau di UU ITE disebutkan bagi mereka yang mengubah, mengurangi, atau menambahkan itu bisa diancam. Sementara di Indolekas dokumennya masih original jadi sulit kena UU ITE,” dikutip detik, Jumat (10/12).

From → Kliping

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: