Skip to content

Pendapatan PPJU Kota Bandung 2010 Rp 88 M

October 6, 2011

Sumber: Pikiran Rakyat, via Bataviase.co.id, 02 May 2010

BANDUNG, (PR).-

Pendapatan pajak penerangan jalan umum (PPJU) Kota Bandung meningkat, setelah diberlakukannya Perda No. 16 Tahun 2008 tentang penyesuaian tarif PPJU dari tiga persen menjadi enam persen sejak Mei 2009. Pada 2010, pendapatan PPJU ditargetkan Rp 88 miliar.

Pendapatan PPJU Kota Bandung yang semula sekitar Rp 56 miliar per tahun atau sekitar Rp 4 miliar per bulan, meningkat menjadi Rp 72 miliar pada Mei-Novemper 2009. “Per bulannya fluktuatif di kisaran Rp 7,4 miliar,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung,Yos-si Irianto, ditemui pada Mi-langkala 63 tahun Wali Kota Bandung Dada Rosada di Pasir Madur Ciparay Kab Bandung, Rabu (28/4) malam.

PPJU dikenakan kepada pelanggan PLN yang menggunakan daya listrik minimal 800 watt. Pelanggan rumah tangga dengan daya 450 watt tidak dikenai PPJU. Di Kota Bandung terdapat sedikitnya tiga ribu pelanggan PLN.

Yossi optimistis, pada 2010 ini pendapatan PPJU akan meningkat hingga Rp 88 miliar. Penerimaan dua bulan pertama tahun ini, telah mencapai Rp 15 miliar. “Artinya, PPJU memberi kontribusi besar bagi Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung,” katanya. Yossi menjelaskan, peningkatan pendapatan ini harus diimbangi dengan pelayanan terhadap masyarakat. Pemkot Bandung berkewajiban memperbaiki lampu PJU yang mati dan rusak.

40 persen rusak

Berdasarkan catatan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung, dari sekitar 20.000 titik PJU di Kota Bandung, sekitar empat puluh persennya rusak. Tahun ini dianggarkan Rp 9 miliar untuk perbaikan PJU. Menurut Kepala DBMP Kota Bandung Iming Ahmad, persoalan PJU masih terkendala ketersediaan daya listrik dari 1 PLN. Rencana penambahan PJU baru dan pembuatan PJU di median jalan di Jln. Pasir-koja, Jln. Kopo, dan Jln. Ibrahim Adjie, belum terealisasi. “Belum ada kepastian penambahan listrik dari PLN,” katanya.”

Beberapa titik PJU yang kini belum menyala optimal, kata Iming, juga dikarenakan pasokan listrik yang tidak memadai. “Di jembatan Pasupati tidak semua menyala, karena dayanya kurang yang dibutuhkan seki1 tar 33 ribu watt sementara sekarang baru ada 23 ribu watt,” katanya. (A-170)”*

From → Referensi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: