Skip to content

SBY Minta Wacik Renegoisasi Kontrak Karya Yang Tak Adil

October 22, 2011

Sumber: Rakyat Merdeka, 20 Oktober 2011 | via migas.esdm.go.id

Keuntungan Untuk Negara Harus Lebih Banyak

Presider SBY meminta dilakukannya renegosiasi kontrak tambang Jlka kontrak tersebut dianggap tidak adil dan keteAaluan. Namun, caranya harus balk-balk.

“JIKA kontrak tidak adil dan keterlaluan, kita hares bicara baikbaik dan tidak perlu membatalkan. Saya dapat laporan sejurnlah perusahaan (tambang) asing bersedia bicara baik-baik,” kata Presiden di Istana Negara, kemarin.

Sebab itu, Presiden merninta Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, yaitu Jero Wacik, menindaklanjuti soal kontrak karya pertambangan sehingga keuntungan negara bisa lebih besar.

Untuk diketahui, saat ini tengah disoroti kontrak karya PT Freeport yang memiliki tarnbang emas dan ternbaga terbesar Indonesia di Papua.

Dalam aturan royalti pertanr bangan pada Peraturan Pernerintah (PP) No.45/2003 tentang Tarif Penerirnaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku, royalti emas ditetapkan 3,75 persen dari harga jual kali tonase.

Selain Freeport, pernerintah juga tengah memproses pengarnbilalihan saham 58,8 persen Inalum milik konsorsium Jepang.

Menanggapi pennintaan SBY tersebut, Menteri ESDM Jero Wacik mengaku tugas dan tantangan posisi terbarunya ini jauh lebih berat. Apalagi, dunia saatinisedang dihadapkan pada masalah energi.

“Salah satu tantangan yang dihadapi dunia itu energi. Sekarang tugas ini diserahkan oleh Presiden kepada saya. Tentu ini bukan tugas ringan dan mudah, tetapi saya akan terus mengerahkan kemampuan saya untuk mengemban tugas ini,” kata Wacik scat serah terima jabatan di Kementerian ESDM, kernarin.

Soal renegosiasi kontrak pertambangan, Wacik mengaku sudah mendapat perintah dari Presider untuk bernegosiasi dengan perusahaan tambang secara baik-baik.

“Maksudnya baik-baik ini artinya mereka tetap untung tapi yang untuk negara banyak, torus untuk masyarakatdi sekitarnyajuga dapat,” kata politisi Demokrat ini.

Dia juga menyatakan, akan menggaet beberapa kawan lama satu almamater yang berkiprah di hidang pertambangan dan energi untuk membantu dan menjawab tantangan pengeloIaan energi dan kekayaan alam Indonesia.

Bahkan, dirinya mengaku tidak akan segan bertanya kepada bekas Menteri ESDM Purnorno Yusgiantoro dan Presiden SBY.

Perbaikan Sektor Migas Pengamat penninyakan Kurtubi berharap Menteri Jero Wacik segera membenahi carut marutnya sektor energi yang ditinggalkan menteri sebelumnya.

“Kami berharap ada perbaikan di sektor migas, apalagi latar belakang dia teknik,” kata Kurtubi kepada Rak_vat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, saat ini ada lima masalah di sektor energi yang perlu segera diselesaikan. Pertarna, adalah masalah produksi minyak yang terus turun setiap tahunnya yang membuat Indonesia harts mengimpor minyak.

Kedua masalah,kebutuhan gas dalam negeri yang tidak bisa dipenuhi karena dijual murah Ke China. “Harus ada pengurangan ekspor gas guna kebutuhan dalam negeri,” imbuhnya.

Ketiga, terkait dengan iklim investasi migas Indonesia yang merupakan salah satu terburuk di dunia karena birokrasinya.

Keempat, masalah subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang setiap tahunnya selalu jebol melebihi kuota dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Kelima, soal renegosiasi kontrak karya. Menurutnya, Jero harus berani melakukan renegosiasi kontrak-kontrak pertambangan yang merugikan pernerintah.
Hal ini juga terkait dengan an Un (U) Migas No. 22 tahun 2001. Menunit Kurtubi, UU itu harus segera diselesaikan karena tidak berpihak dan menghambat.

“Menterijuga harus membujuk Presiden segera mengeluarkan Peraturan Pengganti UndangUndang,” katanya.

Dengan tugas berat itu, Kurtubi berharap Wacik cepat menyesuaikan diri rnenyelesaikan masalah tersebut. “Harus cepat dicari solusinya. Kalau tidak, akan tambah parah dan lumpuh sektor ESDM kita,” ucapnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi VII DPR Muharnad Idris Lutfi. Menurutnya, Wacik hares belajar cepat agar tidak mengulangi kesalahan menteri sebelumnya. “Kita akan tahu sikap dia dalam bidang migas ketika sedang pembahasan revisi UndangUndang Migas, apakah dia pro nasional atau tidak,” jelasnya.

Penunjukan .Zero Wacik sebagai Menteri ESDM yang baru dipercaya akan membawa angin segar bagi dunia pertambangan dan energi di Indonesia.

“Yang dibutuhkan pada level menteri adalah leadership dan management dan ini dimiliki Jero Wacik,” kata Ketua. Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya.

la tidak melihat ada kendala berarti bagi Wacik untuk memangku jabatan sebagai Menteri ESDM yang baru. Apalagi saat ini ada posisi wakil menteri yang diisi oleh orang yang mengetahui secara teknis dunia energi dan sumber daya mineral di Indonesia. ^ D T/MRA

From → Referensi

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: