Skip to content

Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Kota Bandung Makin Menguat

July 30, 2012

Sumber: Detik.com

Bandung – Kelompok masyarakat sipil Kota Bandung yang terdiri dari sejumlah LSM melakukan kajian atas dana hibah di Pemkot Bandung untuk tahun 2012. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah indikasi penyelewengan dalam penyalurannya. Sebelumnya KPK pun melansir hal yang sama.

LSM yang melakukan kajian mulai dari 9 Juli itu di antaranya, Forum Diskusi Anggaran (FDA), Pusat Pengembangan Informasi Publik (P2IP), Perkumpulan Inisiatif, Walhi Jabar, Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB), Keluarga Mahasiswa Bandung Raya (KM Bara) dan LBH Bandung.

“Kami menemukan kecurigaan penyalahgunaan wewenang dalam penyaluran dana hibah. Kita telah melakukan rekap dan catat ulang penerima hibah 2012. Totalnya ada Rp 214 miliar, sementara penerima hibah ada 903,” ujar Suryawijaya, Koordinator P2IP dalam jumpa pers di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (30/7/2012).

Dari hasil kajian terhadap belanja hibah tahun 2012 mereka menemukan bahwa besaran alokasi hibah saja sudah tidak jelas. Berdasarkan Perwal No 110/2012 total belanja hibah yaitu Rp 435,9 miliar. Sementara pada Surat Keputusan Walikota Bandung No 978/Kep.258-DPKAD/2012 yang merupakan turunan dari perwal sebelumnya tertera Rp 389 miliar.

“Jadi ada ketidakjelasan jumlah tepat mana alokasi yang dipakai. Bahkan kami memiliki salinan pernyataan Sekda Bandung pada 11 Juli lalu yang mengatakan bahwa dana hibah tahun 2012 besarnya Rp 493 miliar. Jadi dari sumber alokasinya saja kami lihat tidak punya pegangan jelas,” katanya.

Selain itu jika memperhatikan profil para calon penerima hibah dan besaran dana yang akan diterimanya, terlihat bahwa penetapan pemberian hibah tidak mempertimbangkan aspek rasionalitas.

“Irasionalitas yang kami temukan yaitu adanya rentang yang besar dari penerima hibah. Yang terbesar Rp 56 miliar dan terkecil Rp 4,2 juta. Ini menunjukkan Pemkot tidak punya aturan jelas tentang besaran maksimal dan minimal hibah yang diberikan,” tutur Surya.

Mereka pun menemukan ada 23 lembaga yang dinilai tidak memiliki kompetensi dalam mengelola dana namun mendapatkan dana hibah yang besar. “Banyak calon penerima hibah yang dapat dana hibah cukup besar tanpa alasan yang jelas. Lembaga tersebut menerima besaran antara Rp 1 miliar dan lebih, dengan total Rp 125,7 miliar,” sebutny.

Kegiatan yang diusulkan calon penerima dana hibah diantaranya adalah kegiatan rutin SOPD, seperti perbaikan jalan, pembangunan gapura, pembangunan kantor RW dan lainya.

“Itu mengindikasikan ada potensi tumpang tindih anggaran atau pengalihan beban kerja ke masyarakat,” jelas Surya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya keanehan dalam penyaluran dana hibah Kota Bandung tahun 2012. KPK menemukan adanya penerima perorangan yang menerima Rp 200 juta.

(tya/ern)

From → Kliping

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: